Posted by: warisancoetomocoid on: Juli 9, 2009

Sekitar pukul 10.00 pagi saya iseng jalan naik motor keliling kota. Jalur pertama saya ambil adalah jalan dari jembatan tol menuju selatan. Saat itu kondisi jalan tidak terlalu ramai karena masih agak pagi. Tapi setelah nyampe’ hotel sekar putih… pikiran saya ingat pemandian air hangat Sekar Putih. Apakah sekarang masih seperti dulu ? Saya jadi penasaran dengan kondisinya
Dengan santai saya belok kejalan disamping hotel tersebut menuju jalan arah timur jalur ke pemandian tersebut. Jalannya sudah beraspal namun masih ada beberapa yang rusak akibat kendaraan berat semacam truck. Dapat dibenarkan karena disekitar tempat itu ada industri / pabrik besar dengan bangunan cerobongnya. Saya terus saja menuju pintu gerbang dan tak berapa lama sudah sampai. Namun yang membuat saya ragu ada bentangan tulisan “Selamat Datang Di Gedung Diklat Kota Mojokerto”. Apakah tempat pemandian ini sekarang sudah berganti fungsi ? Tapi…pintu gerbangnya yang dicat hijau terbuka lebar dan terlihat sepi….? Saya nekat masuk saja….. Meski dari jauh terlihat ada Satpam yang menjaga, saya cuek saja
Sejenak saya tertegun dan campur bingung. Ahhhh…… Ya ampun….kok mengenaskan begini. Dari dalam area bangunan saya tatap lagi pintu masuk mirip gapura yang saya lalui tadi. Bagian atas sudah ambrol dan ditumbuhi rumput rumput liar. Dan sepertinya bangunan itu untuk digunakan sebagai ruang loket masuk, namun yach….begitulah kondisinya. Saya langsung parkir motor disebelah bangunan seperti bangunan ruang kelas namun tidak ada pintu dan kacanya. Dekat tempat saya parkir terlihat pilar yang roboh dibiarkan begitu saja dekat bangunan semacam panggung dengan rangka besi atap namun tidak ada penutupnya. Sayapun langsung menuju pemandian yang terletak dibelakang agak samping bangunan panggung tadi. Alamaaaaaaaaakkkkk….. kering…kotor…..berlumut…..banyak berserakan bekas shampo, tempat pasta gigi, dan kotoran lain. Lagi lagi saya semakin penasaran mengamati area sekitar. Memang kalo pancurannya masih berfungsi dan debit air yang keluar juga lumayan untuk mandi.
Sesaat setelah saya masuk, beberapa orang menuju kolam pemandian sepertinya mau mandi. Terlihat mereka penduduk sekitar pemandian Sekar Putih yang bekerja sebagai petani dan ladangnya gak jauh dari pemandian juga. Sayapun masih mondar mandir jlan mengamati kondisi pemandian. Sebelum orang orang tersebut mandi saya sempatkan ambil gambar kolam dan beberapa tempat lain. Setelah selesai saya mencari tempat yang agak teduh sambil terus mengamati bangunan bangunan itu. Sebenarnya saya ingin mandi juga, ingin merasakan air hangat hangat kuku Sekar Putih. Karena kata salah seorang yang mandi bisa mengurangi pegel dan capek habis meladang, lumayanlah katanya badan agak enteng.
Sesaat saya juga melihat lihat kamar mandi yang berfungsi sebagai ruang bilas atau kamar ganti. Bentuknya mirip bathup namun dari semen, airnya mengalir lancar tak berasa dan tak berbau serta bening. Dari 2 WC dan 5 K. mandi semua kondisi ruangannya sangat kotor dan beberapa plafon rusak.
Sayapun kembali duduk duduk ditempat agak teduh karena matahari sudah agak meninggi. Beberapa saat datang orang orang yang akan mandi juga, kebanyakan bapak bapak namun ada ibu ibu juga. Dan terlihat mereka sebagian besar penduduk sekitar pemandian. Sesaat saya disapa orang yang hendak mandi, “Nggak mandi mas….?” Saya agak kaget,”Ndak mas, cuman liat liat aja” jawab saya sambil berdiri lagi menuju jalan setapak kearah selatan area kolam seperti empang. Sebenarnya area ini ada 8 bangunan. Bangunan 1 seperti joglo/ruang terbuka, bangunan 2 semacam ruang ruang kelas, bangunan 3 sama, bangunan 4 area kamar mandi dan wc, bangunan 5 pos penjagaan, bangunan 6 semacam tempat sholat, bangunan 7 dan delapan sama dengan bangunan 2 dan 3 namun agak besar.
Kembali saya coba mengorek keterangan dari pengunjung yang menyapa saya tadi, dan menurut beliau :
- area tanah di pemandian ini adalah tanah gerak. Jadi entah karena bangunannya kurang kuat ato karena benar apa yang diomongkan bapak ini ( saya lupa tidak tanya namanya ) sebagian tembok pembatas area banyak yang runtuh
- Kalau dibandingkan dengan Wisata Desa mungkin lebih potensial di di Sekar Putih dengan catatan diperbaiki lagi lebih bagus
- Dulu katanya sempat ramai dari pagi sampai malam, namun karena ada kejadian tragis dipemandian ini jadi sempat ditutup dan akhirnya sepi
Namun yang pasti, dari obrolan dengan Bapak tadi saya jadi berharap agar tempat Sekar Putih ini bisa ramai kembali. Pemkot Mojokerto sebagai pengelola lebih jeli dan lebih cepat untuk memberdayakan potensi wisata di kota ini. Dengan mengandeng pihak swasta tentunya akan lebih cepat terwujud realisasi yang saling menguntungkan. Apalagi disebelah utara sudah dibangun pemukiman perumahan “The Suam Residen”. Mudah2an pemandian Sekar Putih menjadi satu paket dengan pembangunan perumahan tersebut. Lebih bersyukur lagi jika pemandian Sekar Putih sudah menjadi agenda tata kota dan proyek besar yang sudah dirancang pemkot Mojokerto. Jadi saya sendiri masih bisa merasakan suam suamnya mojokerto dengan kondisi bersih, terawat dan menjadi salah satu andalan masyarakat kota Mojokerto.
Komentar Terakhir